Polisi Kepung Pembalap Liar

Polisi Kepung Pembalap Liar

Satlantaskukar.com, Kutai Kartanegara – Selama bulan suci Ramadhan, semua umat muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah. Namun berbeda dengan ulah yang sejumlah kalangan remaja, setiap malam hari di bulan Ramadhan, mereka malah berlomba melakukan balapan liar yang sangat meresahkan masyarakat.

Sehingga, Kamis (9/6) dini hari, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan tindakan tegas. Puluhan remaja yang melakukan balapan liar berhasil ditangkap saat melakukan balapan liar di Jalan KH Akhmad Muksin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, tepat di depan Kantor Bupati Kukar.

Dalam penindakan tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Kukar AKP Afrian Satya Permadi dengan mengerahkan puluhan personel gabungan dari Unit Sabhara dan Satlantas dibantu Satpol PP Kukar. Balapan liar itu dilakukan sebanyak puluhan sampai ratusan orang, namun pihaknya hanya berhasil menangkap 21 pembalap liar saja.

“ Banyak mas, anggota saja tidak mampu untuk menangkap semuanya, hanya yang bisa diamankan saja. Totalnya 21 pembalap,” kata Afrian kepada 1News.id yang ikut saat penindakan tersebut.

Penangkapan terhadap pembalap liar di Tenggarong ini sudah sering kali dilakukan. Namun pembalap yang rata-rata masih dibawah umur tersebut tidak jera dan berulah kembali. Bahkan dalam operasi ini, pihaknya harus melakukan hunting secara diam-diam dibantu Satpol PP. Sampai akhirnya para pembalap itu ditangkap saat berada di depan Kantor Bupati Kukar.

Afrian menerangkan, saat pengepungan dan pemeriksaan, para pebalap liar ini tidak melawan dan lebih kooperatif karena mereka menyadari yang dilakukan mereka ini salah.

“ Semoga ini tidak ditiru pengendara motor yang lain. Untuk saat ini kita menahan 4 buah sepeda motor sebagai barang bukti, menilang 1 buah SIM dan 16 buah STNK,” jelasnya.

Selain pembalap liar, tambah Afrian, pihaknya juga menilang beberapa pengendara yang berniat membangunkan warga untuk sahur dengan menggunakan mobil bak terbuka (pick up) sambil membawa orang dan memutar lagu keras selain lagu islami atau yang wajar.

“ Niatnya sih baik, cuma salah diartikan. Sehingga bukannya untuk membangunkan warga, malah mengganggu orang yang sedang beribadah dan istirahat,” ucap Kasat.

Untuk itu, diimbau kepada orang tua agar melarang anak-anaknya yang masih dibawah umur untuk mengendarai kendaraan apalagi sampai larut malam. Dikhawatirkan akan disalah gunakan seperti balapan liar seperti ini.

“ Kemudian kepada warga yang akan mencari makan sahur, untuk tetap menggunakan helm. Tujuannya untuk keselamatan, bukan yang lain,” tutur Afrian. (Bayu – 1news.id)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *